Posted in Uncategorized
Email This Post
Print
Masih saya ingat dulu, saat masih duduk di bangku SD, Bu Guru bilang “Indonesia memiliki Sumber Daya Alam yang MELIMPAH”. Tapi, setelah 15 tahun berlalu, yang awalnya Indonesia Eksportir Minyak menjadi Importir Minyak. Coba menghibur hati “Masih lebih baik jadi Importir dari pada ga mampu beli”.
Di jaman yang semakin sulit, banyak orang banting setir. Yang awalnya bertani di desa, migrasi ke kota , berlomba dengan terbitnya matahari dengan seragam dinasnya ia berdiri dipersimpangan jalan. Menyodorkan kotak amal pada setiap pelanggannya yang lewat.
Mahasiswa atas nama masyarakat demo disana sini. Ada yang berasal dari hati nurani, ada yang demi sesuap nasi bahkan sebatang rokok atau biar masuk tv. Ada yang berjalan damai, ada yang berujung pada perusakan dan tanpa disadari perusakan tersebut membutuhkan perbaikan, perbaikan=biaya, biaya=uang. UUD … Cape deh …
Ada juga mahasiswa kuliah dengan beasiswa, yang awalnya beasiswa untuk biaya pendidikan (syukur2 ada lebih bisa buat yang lain), saat uang beasiswa berkurang banyak yang berteriak, saya semakin bingung mendengar teriakan “Susu anak saya gimana”.
Baru kemarin BBM naik, masyarakat disarankan menggunakan Gas yang lebih irit, bersih dan aman. Belum selesai iklan di tv mengenai penggunaan Gas, Gas sudah langka dipasaran kemudian harganya pun ikut naik.
Dijaman sulit ini, kita dituntut lebih produktif untuk survive. Dijaman modern ini semua kegiatan banyak tergantung pada listrik (kecuali tukang becak). Saya semakin bingung, gimana bisa semakin produktif kalo di jam kerja ada pemadaman bergilir.
Saya semakin bingung, mengapa saya masih disini, didepan laptop ini, sementar orang lain mulai terbangun karena teriakan ayam.
Saya masih yakin, “Setelah Gelap Terbitlah Terang”. Ayo bangkitlah Indonesia. Bergeraklah jangan diam ditempat. Bekerjalah jangan banyak bicara. Berbagilah jangan hanya ingin diberi. Berpikirlah … Jangan mau kalah dengan orang yang makan roti. Berhentilah berteriak menuntut hak jika belum melaksanakan kewajiban.
Semoga saya tidak jatuh dilubang yang sama. Amin … Amin … Amin …
TechnoratiFeedsterBloglinesBookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
You may Leave a comment or Subscribe to Comments RSS or Trackback this entry.
Leave a comment
Please be polite and on topic. Your e-mail will never be published.






